Selamat Datang di

SMA Negeri 9 Purworejo

SMA Negeri 9 Purworejo berdiri pada tahun 1997 yang ketika itu bernama SMU 2 Purwodadi. Pada tahun tersebut gedung sekolah terdiri dari ruang kelas sebanyak 10 unit, 1 ruang Kepala Sekolah, 1 Laboratorium IPA, 1 ruang tata usaha, 1 ruang guru, 1 ruang perpustakaan, 6 kamar kecil, 1 rumah penjaga sekolah dan tempat parkir sepeda di bagian belakang sekolah. Beberapa ruang yang lain dengan ukuran kecil digunakan sebagai Ruang Wakil Kepala Sekolah, Koperasi, dapur, gudang, dan UKS. 

Lebih Lanjut

Pengajar yang terlatih dan berpengalaman

SMA Negeri 9 memiliki tenaga Pengajar profesional di bidangnya masing - masing.Memiliki kualifikasi pendidikan S1 maupun S2. Bukan hanya sercara materi keilmuan namun juga memiliki relasi yang baik kepada semua warga sekolah

Perpustakaan

Perpustakaan terdiri dari perpustakaan konvensional dan Digital

Biaya Pendidikan Murah

SMA Negeri 9 Purworejo menerapkan SPP 0 rupiah agar dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat

Prestasi Sekolah

Prestasi terbaru adalah juara 1 cabang olahraga Tinju dalam ajang POPDA kabupaten Purworejo

Bermacam pilihan ekstrakurikuler

Pramuka, Pencak Silat, Bola Volly, Bola basket, English Conversation Club, PMR, Seni Tari, Seni Musik. Ekstra Seni selalu difasilitasi untuk menampilkan kebolehannya melalui "Pojok Kreasi SMA Negeri 9 Purworejo" diberbagai objek wisata di Purworejo.

Fasilitas-fasilitas yang lengkap

SMA Negeri 9 Purworejo memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung Kegiatan Belajar Mengajar

Berita terbaru

LAPORAN BOSP TAHUN ANGGARAN 2025

Laporan BOSP (Bantuan Operasional Satuan Pendidikan) Tahun 2025 adalah dokumen pertanggungjawaban penggunaan dana BOS oleh sekolah, yang kini diatur oleh Permen

LAPORAN REALISASI PENGGUNAAN DANA BOS TAHAP I TAHUN 2025

Realisasi Penggunaan Dana BOS SMAN 9 Purworejo Tahap I Tahun 2025. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan salah satu program pemerintah untuk menin

PENGELOLAAN DANA BOS

Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di era keterbukaan menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaannya. Begitu juga dengan pengelolaa